image

Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

13 Februari 2018 | 04:41 WIB | Cabang Olahraga

Indonesia Hanya Loloskan Satu Petinju Putra ke Semifinal

JAKARTA, suaramerdeka.com- Indonesia hanya meloloskan satu petinju putra ke semifinal test event Asian Games 2018. Dia adalah Mathius Mandiangan. Pada pertandingan penyisihan kelas 60 kg yang digelar di Hall Ji-Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (12/2), Mathius sukses menyingkirkan petinju Thailanx, Ruamtham S. 

"Ini pertama kali saya bisa mengalahkan petinju Thailand di ajang internasional. Selama ini, saya selalu mengalami kekalahan," ujar Mathius.

Selain itu, dia juga tak ingin tuan rumah hanya jadi penonton di cabang tinju, setelah tiga rekannya tersungkur di penyisihan. Ketiga petinju yang gagal melaju adalah Julio Bria, Stevanus Nahak dan Brana Henda Betaubun.

"Saya termotivasi untuk bisa menang setelah melihat Stevanus dan Julio Bria mengalami kekalahan. Makanya, saya tampil habis-habisan," ungkapnya.

Kekalahan Julio Bria juga mengejutkan. Sebab dia digadang-gadang bakal meraih medali di ajang tes event ini. Tampil di kelas 56 kg, Julio Bria mengaku kalah strategi dari petinju Thailand, Yutapong Tongdee. Padahal, dia unggul tinggi badan dan jangkauan. Namun, keunggulan itu tak bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Saya memang salah strategi karena terlalu memaksa bertarung dalam jarak pendek. Hanya di ronde ketiga, saya bisa mengumpulkan poin karena menjaga jarak," kata Julio.

Dalam pertandingan itu,  kondisi fisik Julio disebut-sebut kurang fit. Ia hanya bisa membongkar pertahanan lawan tetapi tidak cepat menghindar saat menghadapi serangan balik.

"Julio bukan hanya kalah strategi tetapi staminanya juga tidak mendukung," kata Ketua Pengprov Pertina DKI Jakarta, Hengky Silatang.

Dia menganggap kekalahan Julio ini cukup wajar. Sebab, kondisi fisiknya memang belum pulih setelah seminggu menjadi juara Piala Kapolda Metro Jaya.

"Yang pasti, Julio bisa mendapat pengalaman berharga dengan kekalahan ini dan pelatih bisa melakukan evaluasi kekurangannya,"  tambah dia.

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN39 )