image

Foto: suaramerdeka.com / dok

07 Februari 2018 | 03:51 WIB | Raket

PB Djarum Cari Atlet yang Tahan Banting Melalui Audisi

JAKARTA, suaramerdeka.com- Djarum Foundation akan menjaring kembali bakat-bakat baru pebulu tangkis muda melalui Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018. Rencananya, program audisi akan dilakukan di delapan kota yang dimulai di Pekanbaru, 24-26 Maret mendatang. Setelah itu kota yang dituju yaitu Balikpapan, Manado, Cirebon, Purwokerto, Solo, Surabaya dan berakhir di Kudus, 4-6 September.

Para pemain yang lolos dari masing-masing kota akan diadu pada final di GOR Djarum, Jati, Kudus, 7-9 September. Tahun ini, kelompok usia yang dibidik bertambah. Jika tahun lalu hanya usia di bawah 11 tahun (KU-11) dan KU-13, kali ini ditambah satu kelompok umur di bawah 15 tahun (KU-15).

Menurut Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, ditambahnya kelompok di bawah 15 tahun karena PB Djarum ingin mencari pebulu tangkis usia muda dengan jumlah lebih banyak. Dia juga memastikan bahwa mencari bibit untuk pemain KU-15 tak terlalu tua untuk dibina dalam klub.

"Tidak ada istilah terlalu tua. Dulu Ihsan (Maulana Mustofa) waktu audisi, tapi lewat audisi khusus, usianya saat itu 15 tahun. Jadi masih keburu, masih ada harapan untuk maju lebih jauh," kata Yoppy didampingi Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi dan anggota tim pencari bakat, Lius Pongoh di Jakarta, Selasa (6/2).

Sepanjang 2017, sejumlah atlet PB Djarum mampu unjuk gigi dengan meraih juara di beberapa turnamen intrnasional. Namun raihan itu belum cukup jadi modal karena setelah terjun di senior, mereka harus bersaing lagi dengan atlet-atlet negara lain yang kulitasnya juga bagus. "Kita perlu mengejar banyak ketertinggalan dari negara-negara lain," tutur dia.

Melalui audisi nanti, pihaknya ingin menemukan bibit pebulu tangkis muda yang punya semangat dan daya juang menjadi seorang juara, sekaligus memastikan bahwa Indonesia memiliki stok atlet terbaik dan mampu meraih prestasi di semua sektor. "Kami berharap audisi di masing-masing kota bisa dijangkau dengan baik oleh atlet-atlet di kota-kota sekitarnya, sehingga semakin banyak bakat-bakat muda yang ikut serta dalam audisi," tandasnya.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menambahkan, kriteria yang dicari melalui audisi kali ini tak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Atlet yang dicari harus memiliki potensi dan kemampuan dalam bermain bulu tangkis. Pihaknya juga berharap bisa menemukan bibit atlet tunggal putri yang tahan banting dan tak mudah mengeluh. Ini juga untuk memunculkan atlet masa depan Indonesia karena sektor ini tak punya atlet berprestasi dunia setelah ditinggal Susi Susanti.

"Sekarang kita butuh ikon seperti Susi Susanti, itu yang diperlukan untuk memotivasi pemain. Bahkan di tunggal, sekarang banyak yanf mau eksodus ke ganda karena sekarang di sektor itu banyak ikon," ungkap Fung.

Sementara pada audisi nanti, PB Djarum akan menerjunkan tim pencari bakat yang dipimpin legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata. Dia akan didampingi sejumlah legenda seperti Sigit Budiarto, Antonius Budi Ariantho, Lius Pongoh, Yuni Kartika, Maria Kristin, Luluk Hadiyanto, Hariyanto Arbi dan Eddy Hartono.

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN26 )