image

TENIS YUNIOR: Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso bersama jajaran Direksi New Armada, Pelti Jateng, dan Pelti Kota/Kabupaten Magelang menekan tombol sirine tanda dimulainya Kejurnas Tenis Yunior New Armada Cup XXII tahun 2018, 8-13 Januari

09 Januari 2018 | 06:54 WIB | Raket

333 Petenis Yunior Ikuti Kejurnas New Armada Cup

MAGELANG, suaramerdeka.com– Mengawali tahun 2018, PT Mekar Armada Jaya (New Armada) menghadirkan pertandingan tenis tingkat nasional bertajuk Kejurnas Tenis Yunior New Armada Cup XXII tahun 2018. Total 333 atlet turun bertanding dalam laga yang berlangsung, 8-13 Januari ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso membuka resmi Kejurnas ini di GOR Armada Magelang, Senin (8/1). Turut mendampingi jajaran direksi New Armada, pengurus Pelti Kota dan Kabupaten Magelang, dan KONI Kota Magelang.

Menurut Iwan yang membacakan sambutan Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Kejurnas ini sangat strategis untuk pembinaan atlet tenis muda nasional, termasuk Magelang. Kejurnas yang tiap tahun jadi agenda Pelti Pusat ini jadi barometer sejauh mana pembinaan atlet yunior. “Di kejuaraan ini kita bisa mengukur upaya pembinaan dan pembibitan atlet muda yang ke depan menjadi andalan bangsa. Turnamen ini juga untuk mengukur kemampuan atlet dan menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Ia menilai, prestasi didapat dari kerja keras dan proses yang panjang. Maka, para atlet harus menyadari, tidak semuanya akan meraih prestasi yang diinginkan di Kejurnas pertama di tahun 2018 ini. “Sehingga, saya harap para peserta harus berjuang keras, fokus, dan sungguh-sungguh dalam bertanding. Bagi yang nanti berhasil, jangan berpuas diri karena masih ada kompetisi lain yang menunggu di depan. Bagi yang belum berhasil, jangan putus asa,” katanya.               

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas New Armada Cup, Eko Sugiyono mengemukakan, kejuaraan terdiri dari lima kelas pertandingan baik putra maupun putri. Di antaranya kelompok usia (KU) 10 sebanyak 44 atlet, KU-12 (87 atlet), KU-14 (100 atlet), KU-16 (59 atlet), dan KU-18 (43 atlet).

“Para atlet datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan peserta terjauh dari Aceh dan Papua. Dari jumlah yang ikut memang tidak mencapai target 400 atlet, tapi tidak masalah karena sudah terbilang banyak,” jelasnya.

(Asef Amani /SMNetwork /CN26 )