image
18 Maret 2018 | Her Spirit

Tersebar hingga Mancanegara

Rupanyatak hanya masyarakat Indonesia yang menyukai karya sulam dari Firdausi Refani Kartika Utami. Fani, begitu ia sering disapa menuturkan hasil karyanya sudah tersebar di beberapa negara seperti Thailand dan Korea.

”Alhamdulillah penjualan sudah bisa sampai ke pasar luar negeri, meski belum dalam jumlah banyak. Tapi saya sangat bersyukur. Saya dibantu beberapa teman yang memasarkan produk di Thailand, Korea, Amerika, dan beberapa negara lain,”tutur lulusan Universitas Gadjah Mada ini terharu. Selain disibukkan membuat pesanan dari para pelanggan, rupanya Fani tak ingin serakah memiliki ilmunya sendirian.

Belum lama ini penyuka olahraga yoga ini membagikan ilmu menyulamnya dalam sebuah talkshow bersama Ruang Belajar. Fani didapuk menjadi pembicara sekaligus mentor yang terjun secara langsung untuk membantu teman-teman yang ingin belajar menyulam. ”Sabtu lalu saya mewakili Teliti mencoba mengisi workshop untuk kali pertama.

Alhamdulillah senang ketika tahu ternyata banyak peminat yang mau belajar bersama membuat hand embrodery. Rasanya lega ketika ilmu saya dapat dibagikan dan membuat orang lain senang,”ujar Fani yang juga sempat diliput oleh stasiun televisi ini. Penyuka film animasi studio Ghibli ini pun menceritakan pengalaman terbaik dalam hidupnya terkait hand embroidery.

”Banyak sekali pengalaman saya usai terjun ke dunia sulam, seperti tiba-tiba diliput televisi, bertemu dengan banyak orang dari berbagai macam industri kreatif lain, membuat workshop, dan berbagi ilmu. Namun ada satu pengalaman yang sangat melekat sampai sekarang.

Saya sangat suka sengan band lokal Indonesia bernama Banda Neira. Suatu hari saat mereka konser di Semarang saya menyempatkan nonton bersama sepupu dan membawakan hoopart buatan kami ke mereka. Momen saat mereka mengapreasi karya saya waktu itu jadi motivasi besar hingga menjadikan Fani yang sekarang,”tutur Fani mengenang.

Tiga tahun bergelut di bidang sulam dengan omzet penjualan tak sedikit, tampaknya belum membuat gadis berusia 26 tahun ini puas. Sebab, Fani masih mengerjakan semua sendiri. Impiannya membuka lapangan kerja untuk orang banyak membuatnya terus bersemangat untuk membagikan keahliannya.

”Membuka lapangan kerja adalah impian saya sejak dulu. Sejauh ini saya masih mengerjakan semuanya sendiri, karena memang susah menemukan orang yang mau diajak belajar bareng dan mengerjakan sulam yang rumit. Tapi semoga tahun ini saya bisa mendapatkan staf dan membuka lapangan kerja seperti impian saya sejak lama,”tutup Fani penuh harap.(58)

Teks :
Dhaneswari Tiara
Busana dan Foto :
Firdausi Refani Kartika Utami

SMCETAK TERKINI