image

SM/Arie Widiarto - BERCOCOK TANAM DI ATAP : Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi UPGRIS bercocok tanam di atas atap kampus tersebut, belum lama ini. (23)

28 Februari 2018 | Hello Kampus

Bukan Hanya Pintar dalam Akademik

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terus memperkuat dan mendorong nilai-nilai pendidikan karakter kepada mahasiswa. Salah satu upaya itu adalah dengan menerapkan sistem poin keaktifan mahasiswa.

Selama menempuh pendidikan di UPGRIS, mahasiswa diwajibkan untuk memenuhi poin minimal 300 dari lima rumpun yang berbeda. Rektor UPGRIS Muhdi menjelaskan ada lima rumpun yang akan dinilai, yakni bidang penalaran, bakat minat, pengabdian masyarakat, pengembangan kepribadian, dan penunjang lainnya.

”Kami ingin membentuk mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, yang dibuktikan dengan indeks prestasi komulatif, namun juga ingin menanamkan karakter yang dibekali dengan kemampuan soft skill,” ungkap Muhdi.

Menurutnya, kemampuan, pengalaman hingga keahlian yang dimiliki mahasiswa, nantinya akan dilampirkan sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

”Ini menjadi dokumen yang menyatakan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap, moral atau karakter pemegangnya. Ini yang menjadi nilai plus bagi kompetensi yang dimiliki mahasiswa UPGRIS,” jelasnya.

Asah Soft

Skill Tuntutan tersebut diperlukan untuk mengembangkan karakter dan mengasah soft skill yang dimiliki. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukan jaminan seseorang tersebut mendapat pekerjaan.

Capaian tersebut hanya menjadi syarat lolos seleksi, namun kemampuan dalam soft skill seperti kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, hingga karakter menjadi penentu. ”Jadi, selain harus lolos dari segi kompetensi akademik, mahasiswa UPGRIS juga harus memenuhi nilai keaktifan.

Tujuannya, untuk membekali mereka dengan soft skill seperti bagaimana membangun karakter, cara berkomunikasi yang baik hingga keterampilan-keterampilan lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Ini diperlukan agar mereka bisa bersaing di dunia kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut Muhdi menambahkan, UPGRlS sebagai Perguruan Tinggi yang didirikan dan dikelola oleh PGRI sebagai organisasi profesi yang didirikan 100 hari setelah Kemerdekaan RI, terus berupaya mengembangkan diri menjadi Universitas yang ”Unggul dan Berjati diri”.

”Saat ini UPGRlS masuk 100 besar PT terbaik non- Politeknik, dari 4.000 PTN/PTS lebih di lndonesia, dan 10 besar PTN/PTS terbaik di Jawa Tengah,” paparnya. Sebagai perguruan tinggi yang tugasnya melaksanakan Tri Dharma, dalam bidang Penelitian UPGRlS menempati urutan 66 terbaik Nasional PTN/PTS dan 10 besar PTN-PTS dan 5 besar PTS di Jawa Tengah.

Bahkan dalam Dharma Pengabdian Masyarakat UPGRlS menempatkan diri di posisi 23 terbaik PTN/PTS se lndonesia, dan 5 besar PTN-PTS dan terbaik PTS di Jawa Tengah. ”Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa, terutama bimbingan, arahan dan fasilitasi dari yayasan.”(23)

Teks dan Foto :Arie Widiarto
Penyunting :Dwi Ani Retnowulan

SMCETAK TERKINI