14 Januari 2018 | Fokus Jateng

’’Ki Blaka Suta’’ Berpulang

SEMARANG- Kumpulan puisi berjudul Ki Blaka Suta Bla Bla karya Darmanto Jatman menjadi salah satu karya sastra terkenal di panggung kesenian Indonesia pada era 1980. Sebagian besar puisi di dalam kumpulan itu menggugat keadaan dan kondisi zaman pada saat itu.

Kumpulan puisi lainnya seperti Karto Iyo Bilang Mboten (1981), Sang Darmanto (1982), Golf untuk Rakyat (1995), Isteri (1997), dan Darmanto Bilang Sori Gusti (2002) juga pernah menghiasi jagad sastra Indonesia. Kini, Sabtu (13/1) pukul 16.45, penyair, budayawan, dan sastrawan terkemuka itu menghadap Sang Khalik, ditunggui istri dan anak-anaknya di RSUP dr Kariadi, setelah sekian lama menderita sakit.

Semasa hidup, ayah dari Omi Intan Naomi, Abigael Wohing Ati, Bunga Jeruk Permata Pekerti, Aryaning Aryo Krishna, dan Gautama Jatining Sesami ini dikenal produktif menelurkan karya sastra. Kiprah berkeseniannya bahkan dilakoni di sela-sela aktivitasnya menjadi dosen di Universitas Diponegoro (Undip).

Alumnus UGM, kelahiran Yogyakarta 1942 ini terakhir bahkan menjabat Guru Besar Fakultas Psikologi Undip. Sebagian waktunya juga pernah didedikasikan untuk memberi pencerahan pada masyarakat melalui ragam pemikirannya yang tertuang di Rubrik Gayeng Semarang milik Suara Merdeka.

‘’Selamat jalan, Pak Dar. Hormat kami murid dan sahabatmu yang akan selalu mengenang rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang begitu tulus,’’ ungkap anggota DPD Jateng Bambang Sadono, kemarin. Alumnus Undip ini mengaku mengenang kesederhanaan sastrawan yang pernah dijuluki penyair kribo tersebut. Selain dikenal sebagai dosen dan seniman, Darmanto sejatinya sosok bersahaja.

Rasa duka mendalam ikut menyelimuti keluarga besar Undip. Rektor Prof Dr Yos Johan Utama menyatakan bela sungkawa. Mendiang tak hanya dikenal sebagai guru, namun sosoknya jadi anutan untuk keilmuan yang ditekuni. Darmanto sempat ditunjuk Rektor Undip Muladi, sebagai ketua Prodi Psikologi, cikal bakal lahirnya Fakultas Psikologi Undip.

Trasnfusi Darah

Darmanto Jatman dirawat sejak Rabu (3/1) malam. Dia sempat menjalani transfusi darah pada Kamis (5/1) pukul 15.00, dan menghabiskan empat kantung darah O. ’’Hb-nya enam. Pak Dar sempat tidak mau makan dan minum,’’ tutur Sri Hartati (66), adik kandung almarhum, di rumah duka Jalan Menoreh Raya No 73, RT 1, RW4.

Adik ipar almarhum, Soekamto (70) mengatakan, kakaknya mengalami sakit kandung kemih serta stroke untuk kedua kalinya sejak 2007. Darmanto Jatman dirawat di Paviliun Garuda kamar 627 RSUPdr Kariadi. ’’Saya tadi siang ke rumah sakit dan beliau terlihat membaik.

Pak Dar mengalami susah kencing karena ada penyumbatan pada kantong kemih. Sempat mengalami operasi kecil. Kami merasa kehilangan beliau. Pak Dar orang yang baik kepada keluarga, ’’ tambah Soekamto.(ary, H41-72)