13 Januari 2018 | Internasional

LINTAS JAGAT

Kewarganegaraan Equador untuk Assange

QUITO- Ekuador memberikan kewarganegaraan kepada pendiri WikiLeaks berkebangsaan Australia, Julian Assange. Menteri Luar Negeri Ekuador, Maria Fernanda Espinosa, mengatakan pihaknya menyetujui permintaan naturalisasi Assange pada Desember lalu dan mereka terus mencari resolusi jangka panjang untuk situasi yang telah menyulitkan posisi Ekuador sejak 2012.

”Naturalisasi adalah memberikan perlindungan tambahan kepada pencari suaka,” kata Menlu Espinosa. Ekuador memberi suaka kepada Assange setelah ia mencari perlindungan di kedutaan untuk menghindari ekstradisi ke Swedia guna penyelidikan atas tuduhan terkait kejahatan seksual.

Swedia mencabut tuduhan, namun Assange tetap berada di Kedutaan Ekuador di Inggris karena kemungkinan ia ditangkap akibat melanggar persyaratan jaminan. Ia juga khawatir atas permintaan AS untuk mengekstradisi dirinya setelah membocorkan dokumen-dokumen negara milik AS.

Asange yang lahir di Australia mengunggah foto dirinya di Instagram pada Rabu (10/1), dengan mengenakan seragam tim sepakbola nasional Ekuador dan namanya kini sudah ada dalam pencatatan nasional negara tersebut. Tapi, status kewarganegaraan baru tampaknya hanya akan sedikit mengubah Assange. Ia masih perlu memberi tahu pihak berwenang Inggris soal aktivitasnya di luar kedutaan.(abc-25)

430 Penumpang KATerjebak Salju

TOKYO- Salju turun dengan lebat di kawasan pantai di Prefektur Niigata, Jepang. Akibatnya, 430 penumpang terjebak setelah kereta api yang mereka tumpangi tak bisa melaju karena terhalang timbunan salju. Hujan salju mengguyur kawasan itu pada Kamis (11/1) malam sekitar pukul 18.55 waktu setempat. Saat itu kereta tengah melaju ke Nagaoka dari Niigata.

Ketebalan salju dilaporkan mencapai 77 cm kala itu. Timbunan salju tebal tersebut memaksa kereta berhenti selama 15 jam padahal stasiun terdekat hanya berjarak sekitar 1 km dari lokasi kereta. Setelah petugas operator perkeretapian berhasil membersihkan salju di rel, kereta akhirnya kembali melanjutkan perjalanan pada Jumat (12/1) pagi.

Menurut petugas penyelamat, lima penumpang dibawa ke rumah sakit karena merasa tidak sehat. Banyak penumpang mengalami kelelahan karena berada di lokasi yang sempit dalam waktu yang lama. Beberapa dari penumpang harus berdiri karena kereta saat itu penuh sesak. Lebih dari setengah jumlah penumpang dijemput keluarga mereka yang nekat datang ke lokasi dengan mobil.

Operator kereta menyebut pemanas dan lampu di kereta berfungsi dengan baik selama kereta terhenti. Hanya saja, penumpang harus antre saat akan ke kamar mandi karena hanya berjumlah satu. Penumpang yang duduk memberi kesempatan kepada dengan penumpang yang berdiri untuk bergantian duduk.(jt-25)

Berita Lainnya