image

SM/Susanto - TANGANI DAMPAK BENCANA:Berbagai komunitas masyarakat bersama aparat terkait bekerja sama menangani dampak angin kencang di Kecamatan Wangon, kemarin.(46)

13 Januari 2018 | Suara Banyumas

Aparat Gabungan Tangani Dampak Angin Kencang

BANYUMAS-Aparat gabungan bersama warga bekerja sama mengadakan penanganan dampak angin kencang di Kecamatan Wangon dan Jatilawang, Jumat (12/1) pagi. Mereka bersama-sama memotong pohon tumbang yang merusak rumah.

Sebelum dikerahkan turun ke lokasi bencana angin, para petugas gabungan yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, Linmas, Satpol PP, TNI-Polri, PMI, PP, Banser, dan lintaskomunitas lain berkumpul dan berkoordinasi di Balai Desa Klapagading, Kecamatan Wangon.

Petugas dari BPBD Banyumas Hendri Dunan mengatakan, penanganan ini telah dilaksanakan setelah bencana alam angin kencang itu terjadi, Kamis (11/1) sore. Sejumlah petugas dan perangkat desa turun untuk mendata jumlah rumah rusak akibat angin kencang tersebut. Namun upaya tersebut belum dapat dirampungkan.

"Terpaksa kami kembali perbarui data jumlah rusak beserta kerugiannya hari ini (kemarin). Karena memang lokasi desa yang terjangkau angin kencang ini cukup luas dan menyebar. Bekerja sama dengan pemerintah desa, semoga pendataan dapat selesai hari ini," jelasnya.

Rata dengan Tanah Dijelaskan Hendri, kerusakan rumah itu akibat pohon tumbang. Selain rusak berat, kerusakan ringan dialami karena angin menerpa atap rumah. Meski demikian, ternyata ada rumah warga yang ambruk rata dengan tanah akibat diempas angin kencang, yaitu rumah Tumin (56) di Grumbul Citomo, Desa Klapagading, Kecamatan Wangon.

"Untunglah meski ada ratusan rumah terdampak, tidak sampai terjadi korban jiwa. Kita berharap penanganan pascabencana ini dapat lancar dan warga dapat hidup normal kembali," katanya. Penanganan pascalongsor kemarin secara gabungan itu berupa pemotongan pohon yang tumbang, perbaikan rumah, hingga pembersihan puing reruntuhan rumah yang rusak dan ambruk. Usai angin kencang itu, banyak keluarga yang terpaksa mengungsi di tempat lain terlebih dulu untuk keamanan.

Pemerintah Desa Klapagading, Klapagading Kulon, Rancabanteng, Wangon, Banteran, Jambu, Randegan, Kecamatan Wangon, dan Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, juga terus memperbarui data rumah rusak beserta taksiran kerugian. Warga korban angin dan pemerintah desa berharap pascaangin kencang ini ada bantuan kemanusiaan yang turun dari pemerintah ataupun pihak lain.

"Semoga ada kepedulian dan bantuan dari pemerintah pascabencana ini, karena memang akibat angin kencang ini banyak rumah rusak sebagaimana rumah kami," kata Musri, warga Klapagading, Wangon, yang rumahnya turut rusak.(K37-46)

Berita Lainnya