12 Januari 2018 | Edukasia

80 Persen Soal USBN SD Disiapkan Guru

JAKARTA- Tahun ini, siswa sekolah dasar (SD) akan menjalani ujian akhir satuan pendidikan dengan istilah ujian sekolah/madrasah (US/M). Selain itu, pemerintah juga memberlakukan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk jenjang SD. Adapun USBN jenjang sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) akan mulai diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2016/2017 meliputi beberapa mata pelajaran.

”USBN tahun ini mengalami pengembangan untuk jenjang SD, yakni 75-80 persen soal ujian disiapkan oleh guru mata pelajaran pada satuan pendidikan dan dikonsolidasikan dengan kelompok kerja guru (KKG). Tahun lalu, soal disiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan semuanya pilihan ganda,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Totok Suprayitno, di kantor Kemdikbud Jakarta, kemarin.

USBN jenjang SD tahun ini tetap tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika dengan porsi soal sekitar 90 persen pilihan ganda dan sekitar 10 persen esai. ”Ketiga mata pelajaran tersebut sebelumnya diujikan dalam US/M,” tuturnya. Kamudian mata pelajaran Pendidikan Agama, PPKN, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, Penjaskes dan Olahraga, naskah soal ujian 100 persen disiapkan oleh sekolah.

Libatkan Guru

Sementara itu, bagi Kesetaraan Program Paket A, mata pelajaran yang diujikan dalam USBN adalah Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan PPKN. ”Kelima mata pelajaran tersebut sebelumnya diujikan dalam US/M Program Kesetaraan. Pada ujian sekolah yang diujikan adalah Pendidikan Agama, Seni Budaya dan Keterampilan, serta Penjaskes dan Olahraga,” jelasnya.

Pada jenjang SMP, SMA, SMK, dan Pendidikan Luar Biasa, serta Pendidikan Kesetaraan (Paket B/Wustha, dan Paket C/Ulya) seluruh mata pelajaran akan diujikan dalam USBN dan tidak ada lagi pelaksanaan ujian sekolah dengan porsi soal 90 persen pilihan ganda dan 10 persen esai. ”Untuk SDLB, SMPLB, dan SMALB 100 persen soal ujian disiapkan oleh sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional,” tandasnya.

Selanjutnya untuk Pendidikan Kesetaraan Program Paket A/Ula, Paket B/Wustha, dan Paket C/Ulya 75-80 persen soal ujian disiapkan oleh tutor dan dikonsolidasikan dengan Forum Tutor dengan komposisi 20-25 pesen soal disiapkan oleh pusat sebagai soal jangkar (anchor). Menteri Pendidikan dan Kebudyaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menambahkan, tahun ini penyusunan soal dilakukan dengan melibatkan guru mata pelajaran.

”Tahun ini dalam penyusunan soal USBN kita melibatkan guru dari berbagai sekolah untuk menyusun butir soal dengan porsi penyusunan 75- 80 persen dan 20-25 persen disiapkan oleh pusat. Kemudian di-review dan disusun paket soal bersama oleh KKG/MGMP, di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi/ Kab/Kota atau Kanwil/ Kantor Kemenag. Standar dan kisi-kisi ditetapkan oleh BSNP,” tambah Muhadjir Effendy.(nya-49)

Berita Lainnya