image

Foto: Curto de la Torre / AFP / Getty Images

15 Februari 2018 | 09:00 WIB | Liga Champions-Europa

PSG Kalah, Emery Keluhkan Kepemimpinan Wasit

MADRID, suaramerdeka.com- Usai Paris Saint-Germain takluk 1-3 dari Real Madrid, Unai Emery mengeluhkan kepemimpinan wasit yang dinilainya berat sebelah. "Kecenderungan dia adalah meniup peluit lebih banyak yang menguntungkan Real Madrid. Kita bisa melihatnya dengan jumlah kartu, pelanggaran, dan penalti," ceplos Emery, sebagaimana diwartakanIndependent.

Menyambangi Santiago Bernabeu untuk melakoni laga leg I babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/2) dini hari WIB, PSG lebih dulu membuka keunggulan lewat gol Adrien Rabiot di menit ke-33. Di menit-menit akhir babak pertama, PSG dihukum penalti usai Toni Kroos dilanggar Giovani Lo Celso, dan Ronaldo sukses mengonversinya.

Di babak kedua, Ronaldo mencetak gol keduanya di 10 menit terakhir, yang disusul gol Marcelo untuk memastikan kemenangan Madrid. Di sepanjang pertandingan, terdapat sejumlah momen-momen yang menjadi perdebatan. Seperti klaim penalti PSG saat sepakan Rabiot mengenai lengan bek Madrid Sergio Ramos.

"Anda bisa memberikannya. Menurut saya itu bukan (penalti). Hand ball Ramos memang saya tidak lihat, tapi mereka bilang itu memang hand ball dan seharusnya dihukum penalti. Bukan kriteria yang sama. Tim saya bermain bagus dengan hasil yang buruk. Hasilnya 1-3 tapi hal itu tidak mencerminkan apa yang terjadi di atas lapangan. Dengan wasit yang berbeda, mungkin saja hasilnya juga akan beda. Ada beberapa keputusan yang benar-benar merugikan kami. Madrid mencetak gol saat kami main bagus," sembur Emery.

Emery percaya timnya pantas memperoleh hasil yang lebih baik dan tak layak kalah. Bahkan, dia juga mengaku puas dengan performa yang ditampilkan anak asuhnya di laga tersebut.

"Kami memainkan sebuah pertandingan yang bagus, benar-benar bagus. Kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. Sekarang saya optimistis untuk leg kedua. Kami punya banyak peluang, melihat bagaimana kami bermain pada hari ini. Hasilnya memang 1-3 tapi permainan kami di atas lapangan tidak mencerminkan seperti skornya," ucap Emery kepadaUefa.com.

Emery harus putar otak untuk meloloskan PSG karena di leg kedua, mereka wajib mengalahkan Madrid setidaknya dengan skor 2-0 untuk maju ke perempat final.  "Kami bermain dengan baik, ini adalah hasil yang sulit diterima. Para pemain bermain dengan karakter, mungkin kami cuma kalah pada bola terakhir. Saya pikir kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik atas penampilan kami. Pertandingan ini ditentukan oleh detil-detil kecil," tandasnya.

(Andika Primasiwi /DS /CN26 )