image

RUSAK PARAH: Breakwater (pemecah gelombang) muara TPI Tanjungsari, Pemalang rusak parah dan terlihat pasir muara menyembul sehingga dangkal.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)

14 Februari 2018 | 23:43 WIB | Suara Pantura

Muara TPI Dangkal, Kapal Sulit Masuk Dermaga

PEMALANG, suaramerdeka.com- Muara Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjungsari, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan/Kabupaten Pemalang  mengalami kerusakan parah dan pendangkalan. Sehingga kapal-kapal nelayan kesulitan keluar-masuk masuk ke dermaga.

Salah seorang nelayan, Kasman, mengalami kesulitan ketika hendak masuk ke dermaga TPI melalui pintu muara yang mengalami dangkal. Setiap hendak melaut atau pulang dari laut harus mencari dasar muara yang bisa dilewati kapal. ‘’Kalau tidak kapal akan kandas terperosok ke dalam lumpur. Saat ini pintu muara yang masih bisa dilewati lebih kurang hanya selebar tiga meter. Sedangkan lebar muara sekitar 17 meter,'' kata Kasman.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat kerusakan itu pada dermaga/bangunan pemecah gelombang  yang menjorok ke laut, serta pintu muara yang mengalami pendangkalan. Di sisi barat lumpur muara sangat tinggi, sehingga kedalaman air hanya sekitar satu meter.

Sementara di sisi timur, semuanya dangkal, bahkan terlihat pasir menyembul. Selain itu bangunan pemecah gelombang juga mengalami rusak parah karena diterjang ombak besar. Terlihat lapisan beton rontok.

Tiga Bulan

Ketua KUD Mina Misoyosari Tanjungsari, Sumadi Rahono, membenarkan adanya muara yang dangkal itu, sekitar tiga bulan ini. Rencananya pada 20 Februari akan dilakukan pengerukan lumpur pasir di pintu muara selebar 16 meter, dengan panjang menjorok ke sungai 200 meter.

Kejadian muara dangkal itu tergolong sering karena tingginya sedimentasi pasir laut. Dalam satu tahun bisa terjadi dua kali pengerukan. Pihaknya bersyukur kini sudah dibantu alat eskavator untuk mengeruk.

Namun belum bisa dilakukan, kata dia, karena belum ada poton atau landasan eskavator ketika terjun ke sungai. Diakui, dampak dari pendangkalan muara banyak kapal-kapal besar tidak bisa melaut. Ditambah cuaca sejak tiga bulan terakhir ini sangat buruk.

(Saiful Bachri /SMNetwork /CN40 )