image

Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

14 Februari 2018 | 21:08 WIB | Semarang Metro

Wali Kota Semarang Akan Gelar Pasar Murah Serentak di 16 Tempat

SEMARANG, suaramerdeka.com- Pada bulan Januari 2018, berbagai daerah di Indonesia mengalami tekanan inflasi yang cukup tinggi, tak terkecuali Kota Semarang. Hal ini terlihat dalam rilis BPS Jawa Tengah yang mencatat bahwa inflasi Kota Semarang di bulan Januari 2018 berada pada tingkat 0,81 persen. Angka tersebut sebenarnya masih relatif kecil bila dibandingkan dengan inflasi kota-kota lain di Jawa Tengah. Sebut saja Cilacap yang sebesar 1,33 persen, atau Tegal dengan 1,15 persen.

Bahkan bila dibandingkan dengan inflasi pada bulan yang sama di tahun sebelumnya, inflasi Kota Semarang pada bulan Januari 2018 yang sebesar 0,81 persen tersebut, faktanya lebih kecil dibandingkan inflasi Kota Semarang di bulan Januari 2017 yang berada pada angka 1,11 persen.

Namun tren positif penahanan laju inflasi tersebut tak lantas membuat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengendorkan upayanya. "Kalau melihat data di Januari kemarin kan andil terbesar inflasi ada pada kelompok bahan pangan, maka dari itu kami akan lebih maksimalkan upayanya di seputar itu," jelas Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang tersebut, Rabu (14/2).

"Dan salah satu upayanya, nanti pada hari Senin tanggal 19 Februari 2018, kami akan menggelar pasar murah serentak di 16 tempat. Untuk itu sudah kami siapkan 40 ton beras dengan harga murah untuk didistribusikan kepada masyarakat, disamping gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam," jelasnya.

Ada pun 16 tempat penyelenggaraan pasar murah tersebut adalah di Balai Kelurahan Krobokan, Balai Kelurahan Kuningan, Balai Kelurahan Peterongan,Balai Kelurahan Bugangan, Balai Kelurahan Bendan Duwur, Balai Kelurahan Gemah, Balai KelurahanSendangguwo, Balai Kelurahan Trimulyo, Balai Kelurahan Wonosari, Balai Kelurahan Gayamsari, Balai Kelurahan Srondol Wetan, Balai Kelurahan Mangkang Kulon, Balai Kecamatan Semarang Tengah, Balai Kecamatan Mijen, Balai Kecamatan Candisari, dan aula Kecamatan Gunungpati.

"Teknisnya nanti pasar murah akan kami mulai serentak di hari tersebut pada pukul 9 pagi, dan untuk paket bahan pangannya dari yang semula harganya Rp 114.500,- akan dijual kepada pemegang kupon dengan harga hanya Rp 50.000,-," lanjut Hendi.

"Harapannya pasar murah yang dilakukan secara serentak ini dapat meringankan beban masyarakat, serta dapat optimal menekan inflasi yang terjadi di Kota Semarang," tambahnya.

Terkait pelaksanaa pasar murah, Hendi berpesan kepada masyarakat untuk dapat mejaga ketertiban. "Tentu saja saya berpesan agar ketertiban dalam pelaksanannya dapat terjaga, jangan sampai karena terlalu antusias lalu ada kejadian-kejadian yang tidak mengenakan, untuk itu juga saya sudah minta kepada teman-teman di lapangan untuk mengatur pembagiannya dalam beberapa kelompok," tutur Hendi.

Salah satu camat di Kota Semarang yang akan membantu pelaksanaan pasar murah tersebut, Ronny Tjahjo Nugroho menuturkan, akan mulai membagikan kupon kepada masyarakat di Kecamatan Gunungpati pada hari Kamis (15/12). "Di Kecamatan Gunungpati ada 500 kupon yang dibagikan, dan untuk penukaran kuponnya sendiri pada hari pelaksanaan akan kami bagi dalam empat kelompok. Untuk setiap kelompoknya perkiraan kami dapat terlayani dengan tertib dalam waktu sekitar satu jam," jelas Camat Gunungpati tersebut.  

(Yulianto /SMNetwork /CN40 )