image

Seorang warga keluar dari kerumunan massa yang berebut buah durian saat Festival Durian 2018 di Lapangan Randulanang, Kecamatan Jatinom, Rabu (14/2). (suaramerdeka.com/ Achmad Hussain) 

14 Februari 2018 | 15:35 WIB | Solo Metro

Ribuan Warga Serbu Festival Durian 2018

  • Banyak yang Tidak Kebagian

KLATEN, suaramerdeka.com -Ribuan warga dari berbagai daerah menyerbu acara Festival Durian 2018 yang digelar di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (14/2). Banyaknya warga yang datang dan tidak sebanding dengan jumlah buah menyebabkan banyak yang tidak kebagian.

"Saya dapat satu buah dan itu saja harus berdesakan. Setelah dapat malah dikeroyok dan dimakan banyak orang,'' kata Bambang, warga Kalurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, usai berebut durian. 

Ribuan warga mengalir ke lapangan sejak pukul 07.00. Meski acara belum dimulai, warga sudah memenuhi lapangan sampai ke sudut dan jalan kampung di sekitarnya. Warga yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Klaten, tetapi warga Kabupaten Boyolali, Solo dan Karanganyar pun datang. 

Usai resmi dibuka Sekda, Jaka Sawaldi didampingi Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono, Dandim 0723/ Klaten, Letkol Inf Eko Setiyawan dan Kajari, Zuhandi, warga yang sudah tidak sabar langsung menyerbu tenda durian yang disediakan. Warga saling berebut, berdesakan dan adu kuat. 

Saat ada satu warga yang dapat buah, warga lain langsung mendekat dan dibelah bersama dimakan bersama. Bahkan ada yang kecele sebab satu karung yang berisi kulit dikira berisi buah dan diperebutkan. 

Bambang mengatakan jumlah buah durian tidak sebanding warga yang datang. Harusnya panitia mengatur pembagian dan tidak dibiarkan berebutan.

Haryono, warga lain mengatakan tidak dapat bagian. Ikut berebut di dekat panggung tetapi ternyata karung bukan berisi buah. "Isinya sampah kulit durian yang sudah dimakan. Saking semangatnya,'' ungkapnya. 

Sekda Kabupaten Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan namanya saja festival jadi buah yang dibagikan tidak boleh dibawa pulang dan harus dimakan bersama di lapangan. ''Jangan dibawa pulang sebab ini pesta bersama,'' jelasnya.

(Achmad Hussain /SMNetwork /CN33 )