image

Foto: suaramerdeka.com / Andika Primasiwi

14 Februari 2018 | 07:45 WIB | Suara Muria

Bupati Kudus Sukses Cetak Ribuan Pengusaha Baru

  • Pelatihan Keterampilan Kerja di BLK Tingkatkan Kesejahteraan

KUDUS, suaramerdeka.com- Tidak salah rasanya ketika Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo menyebut Bupati Kudus H. Musthofa sebagai Bapaknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini disampaikan Tjahjo ketika menyerahkan penghargaan Leadership Award pada Bupati Kudus H. Musthofa akhir 2017 lalu di Jakarta.

Prioritasnya untuk memberdayakan UMKM pada pilar pertama program pro rakyatnya ini terbukti berhasil. Bagaimana tidak? Lebih dari tiga ribu lima ratus pengusaha baru muncul dan berhasil secara mandiri. Mereka adalah lulusan pelatihan keterampilan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus.

Selama kurun waktu sembilan tahun terakhir ini, pelatihan di BLK diberikannya secara gratis bagi masyarakat Kudus. Tercatat data dari BLK, selain berhasil secara mandiri, lebih dari tiga belas ribu lainnya sukses bekerja seusai mendapatkan pelatihan keterampilan kerja.

Bupati Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa fokusnya pada pemberdayaan UMKM ini tidak lain karena UMKM adalah pilar ekonomi secara nasional. Karena mereka ada di level masyarakat bagi penguatan ekonomi rakyat. Dan tentunya sesuai dengan Nawa Cita Presiden RI Jokowi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Keberhasilan pelatihan BLK dirasakan hingga ke seluruh masyarakat yang memiliki semangat dan keseriusan. Salah satunya diungkapkan oleh Ismail (33) asal Kedungsari, Gebog. Berbekal pelatihan keterampilan tata kecantikan rambut (TKR), Ismail kini membuka usaha potong rambut di desanya.

Peningkatan Kesejahteraan

Pemuda yang mengetahui informasi BLK dari media online mengaku sebelum mengikuti pelatihan belum punya kemampuan potong rambut. Namun berkat pelatihan di BLK, Ismail kini mampu melayani pelanggan 20 hingga 30 orang setiap harinya. Apalagi, di awal membuka usaha, lulusan BLK tahun 2016 ini mendapat pinjaman modal Kredit Usaha Produktif (KUP).

”Terima kasih Pak, Bupati yang telah memberikan bekal keterampilan ini secara gratis. Yang sangat membantu saya untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan,” kata Ismail yang berpesan pada peserta pelatihan lainnya untuk serius dan bersemangat ini.

Hal senada juga disampaikan Elok Mayasari (34) asal Bacin, Bae. Pelatihan yang diikutinya adalah tata boga pada tahun 2010 dan 2011. Bahkan, Elok yang kini membuka usaha roti goreng isi ayam dan coklat ‘Zahwa’ kala itu ini masih berkesempatan merasakan bantuan alat untuk pembuatan kue dari Pemerintah Daerah.

”Pelatihan ini sangat membantu saya meningkatkan kualitas keterampilan. Saya sangat berterima kasih pada Pak Bupati Musthofa,” kata Elok yang mengaku ini sebagai bekal peningkatan kesejahteraan keluarganya.

Sementara itu Bupati Kudus menyebut tanggung jawab pemerintah adalah peningkatan kesejahteraan. Negara wajib hadir melalui berbagai kebijakan untuk meningkatkan lapangan kerja, menurunkan pengangguran, meningkatkan pendapatan, menurunkan kemiskinan, yang muaranya adalah terwujud kesejahteraan yang meningkat.

”Saya ingin masyarakat Kudus semuanya merasakan kebahagiaan secara mandiri. Yakni kenyamanan secara batin dengan kesejahteraan yang meningkat. Salah satunya melalui pemberdayaan UMKM sebagai kekuatan ekonomi rakyat ini,” kata Bupati dua periode ini.

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )