image

Foto Istimewa

12 Februari 2018 | 10:26 WIB | Liputan Khusus

Bundengan Wonosobo Pukau Warga Australia

TIMBundengan asal Kabupaten Wonosobo berhasil memikat hati masyarakat asing di Australia. Para pemerhati musik etnik, sangat terkesan dengan alunan alat musik tradisional khas kabupaten berslogan Asri tersebut, yang tengah dimainkan Tim Bundengan Wonosobo saat di Universitas Sydney dan Universitas Monash di Melbourne, Australia, Kamis (8/2). Bahkan, setiap kali Bundengan dibawa masuk ke ruangan, setiap orang yang melihat terlihat penasaran.

Menurut salah satu Anggota Tim Bundengan Wonosobo, Lukmanul Chakim, alat musik Bundengan memang mendapat tempat khusus di masyarakat Autralia. Terbukti, dalam setiap pementasan, perhatian dan apresiasi tinggi selalu diberikan masyarakat di negara Kanguru tersebut. "Saat tampil di dua kampus besar Australia itu, Bundengan Wonosobo banyak mendapat perhatian dari para pemerhati musik etnik," ungkapnya saat dihubungi via video call, kemarin.

Menurut Lukman, di Monash University usai kegiatan symposium, Tim Bundengan tampil hingga delapan sesi. Setiap kali Bundengan dibawa masuk ke ruangan, orang-orang yang melihat terlihat penasaran. Pada pementasan di symposium Monas University Melbourne, kata dia, penampilan tim dinilai sangat berkesan. Karena, langsung mendapat sambutan hangat perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia yang hadir menyampaikan pesan dari Duta Besar RI di Australia.

Dikatakan Lukman, Minister Counsellor di Kedubes RI Australia, Iwan Freddy Hari Susanto saat membuka symposium menyampaikan salam hangat kepada seluruh Tim Bundengan Wonosobo. Mengingat, agenda tersebut tidak hanya sebuah acara yang bergengsi, tetapi juga patut mendapat perhatian lebih. Dalam kesempatan itu, perwakilan Kedubes RI di Australia itu mengaku datang dari negara bagian Canberra ke Melbourne. 

Dalam kesempatan itu Iwan menuturkan, momentum itu sangat penting, karena mampu meningkatkan penghargaan dan pemahaman akan kebudayaan Indonesia di Australia. Kepada para musisi Tim Bundengan, pihak Kedubes RI menyampaikan rasa bangganya, telah berhasil pentas di Australia dan menyebut mereka sebagai The Greatest Cultural Ambassadors of Indonesia Today (Duta Kebudayaan Terbaik Mewakili Indonesia Hari Ini).

Iwan juga menyebut, event itu merupakan sebuah simbol untuk memperdalam kerjasama Indonesia dan Australia dalam memahami musik serta budaya. Usai penampilan di Monash University, Lukman menyebutkan, Tim Bundengan akan melanjutkan pentas di Konsulat Jenderal RI di Melbourne pada Senin (12/2). "Semoga kami diberi kelancaran dan bisa mengharumkan Indonesia, serta Wonosobo di kancah internasional melalui musik tradisional Bundengan ini," tutur dia.

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN19 )