image

SERAHKAN BBM: Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H Masdiro menyerahkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan makanan secara simbolis kepada Koordinator Posko Gabungan BPBD, di Desa Bantar Kecamatan Wanayasa.(suaramerdeka.com/M Syarif SW)

20 Januari 2018 | 01:57 WIB | Suara Banyumas

Bantuan BBM untuk Penanganan Bencana Akhirnya Datang

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com- Salah bantuan yang sangat dibutuhkan dalam penanganan dampak bencana tanah longsor di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa yakni bahan bakar minyak (BBM) akhirnya datang. Bantuan tersebut datang dari KPRI Amal Bhakti Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara.

''Bantuan BBM ini sangat bermanfaat untuk operasional penanganan bencana. Bahan bakar ini didistribusikan dan digunakan untuk operasional kendaraan posko dan sukarelawan penanggulangan bencana,'' kata Koordinator Posko Gabungan BPBD Banjarnegara, Herman Satmoko, Jumat (19/1).

Kendaraan yang sering digunakan untuk operasional penanganan bencana tidak hanya dari BPBD saja, namun juga dari institusi lain seperti PMI, SAR dan para sukarelawan dari berbagai pihak. Di antaranya kendaraan yang digunakan untuk mengantar dan menjemput anak-anak Desa Suwidak dan Dusun Sikenong yang berangkat sekolah.

Pagi hari anak-anak berjalan kaki melalui jalan alternatif setapak hingga Dusun Pramen. Dari Dusun Pramen dijemput oleh sukarelawan menggunakan kendaraan dan diantar hingga sekolah atau sampai di Karangkobar. BBM juga didistribusikan ke Dusun Sikenong Desa Bantar yang hingga kini belum bisa ditembus kendaraan untuk kesana.

''Di Sikenong harga BBM mahal, kini mencapai Rp 12 ribu per liter dan persediaan tidak banyak. Di sana ada sukarelawan posko yang menjemput dan antar petugas pelayanan kesehatan dari jalan alternatif setapak ke Dusun Sikenong. BBM bantuan untuk operasional antar jemput itu,'' kata Kades Bantar, Eko Purwanto.

Peduli

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara H Masdiro, didampingi Ketua KPRI Amal Bhakti HM Setyadi, mengatakan bantuan BBM sebanyak 390 liter tersebut dari salah satu unit usaha KPRI Amal Bhakti. Yakni dari SPBU yang berada di Karangkobar.

Bantuan BMM, bahan makanan dan lainnya adalah tahap pertama dan akan ada bantuan berikutnya. Harapannya kepedulian itu dapat meringankan beban warga yang dilanda musibah.

''Selain BBM juga ada bantuan bahan makanan seperti beras 650 kilogram. Kemudian ada juga peralatan mandi dan cuci 130 unit, mi instan 16 karton, air mineral 40 karton, obat-obatan ringan 130 paket dan jajan anak 29 karton. Seluruhnya senilai Rp 23 juta,'' kata Manajer SPBU Karangkobar, Teguh Hariwibowo.

Ditambahkan, pihaknya kerap menyalurkan CSR untuk warga di Karangkobar dan sekitarnya. Seperti beasiswa pendidikan dan juga santunan. Kali ini disalurkan untuk penanganan bencana alam.

(M Syarif SW /SMNetwork /CN39 )