image

Foto: suaramerdeka.com / dok

13 Januari 2018 | 23:06 WIB | Pilkada Serentak

PW Muhammadiyah Jateng Nilai Kontestasi Pilgub Sudah Bisa Ditebak Hasilnya

SEMARANG, suaramerdeka.com- Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, menilai kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2018 sudah bisa ditebak hasilnya. Petahana Ganjar Pranowo akan melenggang ke kursi gubernur periode berikutnya. Tafsir mengatakan demikian, setelah melihat peta persaingan yang menurutnya tidak seimbang antara dua pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang sudah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng.

"Saya sampaikan selamat pak Ganjar menjadi calon gubernur dan Gus Yasin sebagai calon wakil gubernur. Semoga lancar. Ini kalau lihat tata lahir situasi yang ada kayaknya tinggal pelantikan, pilkada besok hanya melalui prosedur yang harus ditempuh di atas kertas terlalu ringan tidak ada lawan," katanya, ketika menerima silaturahmi Ganjar dan Taj Yasin Maemun Zubair di Kantor PW Muhammadiyah Jateng, Sabtu (13/1) sore.

Menurut Tafsir, budaya di Muhammadiyah, jabatan biasanya diberikan dua periode. Baik pejabat struktural di organisasi mau pun rektor universitas. Maka secara bercanda, Tafsir mengatakan, seharusnya Ganjar langsung dilantik tanpa perlu prosedur Pilgub. "Kalau di Muhammadiyah jabatan kedua tinggal dilantik langsung. Di rektor juga dua kali, yang kedua tidak pilihan ulang tapi langsung di SK kan," katanya.

Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah pengurus PW Muhammadiyah Jateng dan PW Aisyiah Jateng. Tafsir menceritakan hubungan organisasi yang dipimpinnya sangat erat dengan Pemprov Jateng. Muhammadiyah Jateng saat ini memiliki struktur di 35 pengurua daerah kabuoaten/kota, 573 cabang, dan 3970 ranting. Selain itu memiliki amal usaha berupa 32 rumah sakit, ratusan klinik, 25 perguruan tinggi, dan ribuan sekolah.

Dalam pendirian dan pengelolaan amal usaha tersebut, pembiayaan utama berasal dari Bank Jateng. "Dalam setahun kredit kami ada Rp 300 miliar dan 75 persennya dari Bank Jateng," katanya.

Tafsir juga mengungkapkan bagaimana selama dipimpin Ganjar Pranowo telah banyak bantuan yang diberikan kepada Muhammadiyah. "Terima kasih pada pak gubernur sudah memberi banyak bantuan kepada kami termasuk CSR Bank Jateng yang keputusannya di pak gubernur, salah satunya untuk SD Muhammadiyah Salatiga dan prasarana lain," ujarnya.

Ganjar menyampaikan, dirinya bersama Gus Yasin datang untuk meminta doa restu maju dalam pencalonan Pilgub Jateng. "Sowan saya ke sini minta doa minta restu saya sebagai gubernur yang diminta maju lagi. Mudah-mudahan apa yang sudah saya kerjakan dan saya sadar betul banyak kekurangan mungkin bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menentukan," katanya.

Meski tahun pemilu, Ganjar berharap situasi Jateng yang sejuk mampu menghindarkan provinsi ini dari konflik horisontal. "Saya terima kasih keluarga Muhamadiyah ikut membantu menjaga dan merawat kesejukan ini," ujarnya.

Sedangkan Gus Yasin menceritakan bagaimana mesranya hubungan NU dan Muhammadiyah merupakan akar yang kuat bagi kerukunan beragama dan bangsa selama ini.

Dalam dialog penuh canda dan kekeluargaan itu, putra KH Maemun Zubair itu juga mengungkapkan bahwa salah satu kakeknya adalah orang Muhammadiyah. "Tadi diceritakan bahwa rumah sakit Muhammadiyah di demak dibangun berkat wakaf warga NU, dan di pondok kami salah satu gedungnya yang lantai tiga merupakan sumbang saudara-saudara Muhammadiyah. Salah satu pendiri UII itu juga masih kakek saya, jadi kalau dibilang saya NU ndeles masih ada rasa Muhammadiyahnya sebenarnya," katanya, disambut tawa hadirin

(Nugroho Wahyu Utomo /SMNetwork /CN40 )