image

Foto: Istimewa

13 Januari 2018 | 17:02 WIB | Nasional

Kaltara Ingin Jadi Provinsi Pembeli Pertama N-219

BANDUNG,suaramerdeka.com- Kalimantan Utara (Kaltara) ingin menjadi provinsi pertama yang membeli pesawat N-219 Nurtanio. Untuk tahap pertama, mereka berencana membeli satu unit dengan opsi pengadaan lanjutan hingga tiga unit.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie di sela-sela kunjungannya ke PT DI Bandung didampingi wakilnya, Udin Hianggio berserta rombongan seperti dikutip dari keterangan yang diterima Jumat (12/1).

"Ini adalah sebagai wujud rasa bangga atas produksi dari putera terbaik bangsa sehingga patut diberikan apresiasi, karena itu Kaltara akan menjadi provinsi pertama yang membeli pesawat ini," tandasnya.

Lebih dari itu, katanya, pembelian itu ditunjang oleh kondisi geografis wilayah. Rencana itu diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kaltara.

Tujuh puluh persen wilayahnya merupakan kawasan hutan dan relatif tertinggal dari daerah lain di Kalimantan. Rencananya, N-219 Nurtanio bakal dijadikan sebagai pesawat semi komersial yang akan dikelola BUMD setempat, bekerjasama dengan maskapai Indonesia atau pihak swasta yang memiliki izin terbang.

Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro menjelaskan bahwa N-219 terus menjalankan uji terbang. Hingga kemarin, pesawat berkapasitas 19 penumpang itu sudah menjalani 13 kali terbang dengan total waktu mencapai 16 jam.

"Paralel dengan uji terbang purwarupa pesawat pertama N-219 Nurtanio, kami sekarang sedang membangun 3 purwarupa pesawat N-219 Nurtanio," tandasnya.

Penyiapan 2 purwarupa pesawat N-219 itu untuk mengejar jam terbang yang dipersyaratkan yakni mencapai 350 flight hours di samping purwarupa lainnya diperuntukan untuk menjalani fatigue test yang membutuhkan 3000 cycle untuk mendapatkan Type Certificate di akhir tahun 2018.

Pesawat N219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang yang ditopang dua mesin turboprop. Ide dan desain dari pesawat itu dikembangkan oleh PT DI berikut pengembangan program dilakukan oleh PT DI dan LAPAN.

Pesawat itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis. Pesawat N219 Nurtanio itu dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti angkutan penumpang, angkutan barang maupun ambulan udara.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN38 )