image

TERSANGKA: Dua pemuda yang diduga menjadi pengguna dan pengedar narkoba, yang kini ditahan di Polres Wonogiri. (suaramerdeka.com / Bambang Purnomo)

13 Januari 2018 | 04:24 WIB | Solo Metro

Pemakai dan Pengedar Narkoba Ditangkap Saat Mabuk

WONOGIRI, suaramerdeka.com- Jajaran Satnarkoba Polres Wonogiri pimpinan Kasat Narkoba AKP Suharjo menangkap pemakai sekaligus pengedar narkoba. Kasus ini, terungkap saat regu patroli polisi, menemukan pemuda mabuk minuman keras dan ketika digeledah ternyata membawa narkoba.

Kasat Narkoba AKP Suharjo, melalui Kasubag Humas Polres AKP Hariyanto menyatakan, pemakai dan pengedar narkoba itu terdiri atas Asri Alvi Susilo (22) dan Bayu Setiyawan (21), keduanya warga asal Dusun Kenteng RT 2/RW 2, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, dan penduduk dari Dusun Sidarejo RT 1/RW 11, Desa Pokohkidul, Kecamatan Wonogiri Kota.

Paur Subag Humas Polres Aipda Iwan Sumarsono menambahkan, yang ditangkap lebih dulu adalah Asri yang saat ditemukan tengah mabuk miras di belakang Terminal Ngadirojo, Wonogiri. Saat digeledah, di dalam tas kecil warna hitam terdapat pil yang diduga psikotropika jenis Klononazepam merk Riklona, yang dibungkus alumunium foil warna hijau.

Terkait temuan ini, Asri Alvi Susilo kemudian dibawa ke Mapolres Wonogiri, dan ketika diperiksa, dia mengaku membeli pil narkoba tersebut dari Bayu Setiyawan. Dari pengakuan ini, polisi kemudian menangkap Bayu Setiyawan sekaligus menyita barang bukti ponsel yang dipakai untuk alat transaksi penjualan dan pengedaran pil psikotropika.

Hasil tes urine yang dilakukan polisi, menemukan bahwa keduanya positif pengguna narkoba. Kedua tersangka, diduga disamping sebagai pemakai narkoba, juga berperan untuk melakukan penjualan ke orang lain.

Dari kedua tersangka, disita barang bukti dua buah ponsel yang dipakai untuk penyampaian order dan transaksi penjualan narkoba, satu butir obat atau pil yang diduga psikotropika jenis Klononazepam merk Riklona, yang dibungkus kerta alumunium foil warna hijau, dan diduga sebagai sisa yang belum terjual.

Berikut juga diamankan sebuah tas kecil warna hitam merk Emegy Spirit, dan uang hasil penjualan Rp 35 ribu. Polisi kini tengah mengembangan kasusnya, utamanya untuk mencermati jaringan peredaran dari mana keduanya mendapatkan narkoba tersebut.

(Bambang Purnomo /SMNetwork /CN26 )

NEWS TERKINI