image

SERAHKAN BANTUAN: Bupati Budhi Sarwono didampingi Wakil Bupati Syamsudin dan Ketua Yayasan Asri Mandiri, Laksmi Indaryani, menyerahkan bantuan secara simbolis.(suaramerdeka.com/M Syarif SW)

13 Januari 2018 | 00:57 WIB | Suara Banyumas

Bupati Bantu Beras Tiga Ton untuk Warga Terisolasi

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com- Bupati Budhi Sarwono harus menaiki motor trail melalui jalan darurat sejauh sekitar dua kilometer untuk bisa sampai ke Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa yang sudah sepekan ini terisolir karena jalur utama melalui Desa Bantar putus total akibat longsor.

Bupati datang membawa bantuan beras tiga ton dan lauk-pauk berupa telur sepuluh krat. Sebab, selama ini warga sudah kesulitan mendapatkan bahan pokok. Bila ada persediaan, harganya melambung tinggi.

Selain itu, diberikan juga bantuan berupa 200 tabung gas/elpiji 3 kilogram dari Ketua Yayasan Asri Mandiri, Laksmi Indaryani. Elpiji juga jadi barang mahal di Suwidak karena terisolasi.

''Saya ke sini untuk memastikan persediaan bahan makanan pokok aman juga ketersediaan BBM maupun elpiji,'' kata Bupati, Jumat (12/1).

Bupati meminta BPBD segera berkordinasi jika memang kekurangan kebutuhan pokok bagi pengungsi. Jangan sampai mereka kekurangan, apalagi mereka yang terisolasi tidak bisa membeli kebutuhan pokok karena terkendala akses jalan yang terputus.

Kepala desa dan sukarelawan BPBD diminta segera mengatur penyerahan bantuan bagi pengungsi dan masyarakat yang terisolasi di Suwidak.

''Jangan sampai bantuan ini justru menimbulkan kegaduhan, saya minta pak kades dan relawan jeli dalam membagi kebutuhan pokok bagi pengungsi dan warga yang terisolir,'' tambahnya.

Bupati juga berjanji akan menangangi dampak bencana secara serius. Selain kebutuhan pokok, akses jalan juga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana longsor ini, karena masyarakat sangat membutuhkan akses jalan untuk berbagai keperluan.

Kepala Pelaksanan Harian BPBD Banjarnegara, Arif Rahman mengatakan stok kebutuhan pokok di daerah terisolir sudah mulai habis. Warga dari Desa Suwidak dan Dusun Sikenong Desa Bantar harus jalan kaki sekitar tiga kilometer ke Pasar Karangkobar untuk membeli kebutuhan pokok.

''Sesegera mungkin kami akan berkoordinasi untuk memperbaiki akses jalan sekarang, minimal aman dulu untuk dilalui warga baik berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor,'' katanya.

Kidam (43) warga Dusun Sikenong, berharap pemkab segera membuat akses jalan yang aman. Sebab jalan alternatif yang di buat saat ini sangat licin sehingga warga dan pengendara sepeda motor harus berhati-hati saat melewati jalan tersebut.

(M Syarif SW /SMNetwork /CN39 )