image

Anggota Komisi C DPRD Batang, Teguh, menunjukkan ujung jembatan akses utama ke TPI Siklayu yang ambrol. Mobil yang ditumpangi ketua dan anggota Komisi C DPRD Batang sempat terperosok di lubang itu. (suaramerdeka.com/ Ali Arifin)

12 Januari 2018 | 10:35 WIB | Parlemen Zaman Now

Akses Utama ke TPI Siklayu

Dua Tahun Dibangun, Jembatan Rusak 

BATANG, suaramerdeka.com - Baru dua tahun dibangun, jembatan yang menjadi akses utama dari Desa Lebo ke ke TPI Siklayu, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, rusak. Ujung jembatan yang menghubungkan dengan badan jalan, ambrol sehingga menyisakan lubang menganga.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jembatan yang merupakan proyek Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang tahun anggaran 2015, itu dipasang beberapa papan kayu secara melintang. Sehingga kendaraan baik mobil, motor, becak, dan angkutan barang bisa melewati jembatan itu.

Namun pada Kamis (11/1) siang, hampir terjadi insiden di atas jembatan itu. Mobil Toyota Hi-Ace yang disopiri Roni, terperosok di lubang di ujung jembatan tersebut. Padahal mobil inventaris DPRD Kabupaten Batang itu sedang membawa rombongan Komisi C yang akan melakukan kunjungan kerja, menyerap aspirasi dan beraudiensi dengan masyarakat nelayan di TPI Siklayu.

Setelah melalui perjuangan dipadu kenekatan sang sopir, mobil yang ditumpangi Sunarto (ketua Komisi C) bersama anggotanya, yakni Teguh, Muafi, Bambang Setiyono, Taufik Ichsanuddin, dan Junaedi, akhirnya bisa lolos dari lubang. 

''Jembatan yang rusak itu akan diperbaiki dengan dana aspirasi 2018 anggota DPRD Batang Dapil III, yakni Pak Muafi dan Pak Taufik Ichsanuddin. Dibutuhkan angaran sekitar Rp 120 juta untuk memperbaiki jembatan itu. Mohon masyarakat bersabar,'' jelas anggota Komisi C DPRD Batang, Teguh.

Sementara itu dalam kunjungan kerja ke TPI Siklayu, ketua dan anggota Komisi C mendapat banyak masukan dari pengurus TPI dan nelayan setempat.

''Distribusi solar bersubsidi untuk nelayan belum berjalan sebagaimana mestinya. Mohon para anggota Dewan untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pejabat yang berwenang,'' jelas Pantol, tokoh masyarakat Siklayu.

Selain itu, dia juga meminta upaya dari pemerintah untuk mengatasi pendangakalan muara sungai. Jika pendangkalan sudah teratasi, maka arus lalu lintas kapal dari dan ke TPI Siklayu tidak lagi terhambat. 

(Ali Arifin /SMNetwork /CN33 )

NEWS TERKINI