image

RAPAT KOORDINASI BENCANA: BPBD Banjarnegara, Dinsos, PMI, para kades daerah bencana, perwakilan kecamatan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, BMKG dan lainnya menggelar rapat koordinasi penanganan bencana.(suaramerdeka.com/M Syarif SW)

09 Januari 2018 | 23:43 WIB | Suara Banyumas

Dampak Longsor, Picu Harga Sembako dan BBM Naik Dua Kali Lipat

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Akibat terputusnya jalan utama menuju ke Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa dan Dusun Sikenong Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, membuat harga kebutuhan pokok warga naik dua kali lipat. "Warga sudah mulai mengeluh persediaan bahan kebutuhan pokok menipis dan harganya naik dua kali lipat. BBM sudah tidak ada di Sikenong, sehingga motor sudah tidak dapat dipakai," kata Kades Bantar, Eko Purwanto, Selasa (9/1).

Warga Dusun Sikenong Desa Bantar menurutnya sangat berharap masalah tersebut dalam dicari solusinya, sebab belum diketahui sampai kapan pergerakan tanah akan terjadi. "Tanah masih bergerak terus dan belum tahu sampai kapan akan terjadi. Ini dapat diketahui dari suara pohon tumbang dan kayu patah gemeratakan di area longsoran," jelasnya.

Kades Suwidak, Rip Santoso mengatakan, bahwa warga desanya sudah mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan bahan kebutuhan pokok. Stok bahan kebutuhan pokok tinggal sekitar tiga hari. "Harga bensin sudah mencapai Rp 20 ribu per liter. Elpiji tabung kecil tiga kilogram mencapai Rp 32.500,-/tabung. Bila jalan utama tidak segera ditembus atau dibuat jalur alternatif, kami khawatir kehabisan stok bahan makanan dan BBM," katanya.

Ditambahkan, dirinya terlambat mengikuti rapat koordinasi karena harus berjalan kaki melalui hutan menghindari longsoran. Sebab tidak ada jalan lain selain jalan utama yang putus total diterjang longsoran. "Mungkin perlu ada jalan alternatif ke depan seperti membangun jembatan gantung di atas Sungai Merawu menuju ke Desa Nagasari Kecamatan Pagentan," usulnya.

(M Syarif SW /SMNetwork /CN40 )

NEWS TERKINI