image

KUALITAS BERAS : Kepala Bulog Subdivre Banyumas Setio Wastono memperlihatkan kualitas beras di gudang Bulog Sokaraja, Banyumas, Selasa (9/1). (Foto: suaramerdeka.com/Puji Purwanto)

09 Januari 2018 | 17:48 WIB | Suara Banyumas

Realisasi Operasi Pasar Beras Capai 580 Ton

PURWOKERTO, suaramerdeka.com -Perum Bulog Subdivre Banyumas telah mendistribusikan sekitar 580 ton beras untuk pelaksanaan operasi pasar di wilayah eks Karesidenan Banyumas. 
 
"Realisasi pelaksanaan operasi pasar beras dari mulai Januari sudah mencapai sekitar 480 ton. Hari ini kami kembali menyalurkan beras operasi pasar sebanyak 100 ton," kata Kepala Bulog Subdivre Banyumas Setio Wastono di sela-sela pelepasan operasi pasar beras medium di Gudang Bulog Sokaraja, Selasa (9/1).
 
Menurut dia, pelaksanaan operasi pasar beras kali ini menyasar para pedagang pasar tradisional di wilayah eks Karesidenan Banyumas. "Kami melaksanakan operasi pasar langsung ke pedagang pasar di Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap," katanya. 
 
Menurut dia, operasi pasar beras di Kabupaten Banyumas dilaksanakan 18 pasar tradisional, Cilacap 5 pasar tradisional, sedangkan Purbalingga dan Banjarnegara masing-masing 4 pasar tradisional. Pasar tradisional yang dituju ialah pasar besar dan pasar kecil di wilayah pinggiran.
 
Harga jual beras operasi pasar untuk para pedagang dihargai Rp 8.000 per kilogram, kemudian dijual secara eceran Rp 9.350 per kilogram. Harga ini lebih rendah Rp 100 dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 9.450 per kilogram.
 
Setio Wastono mengemukakan, operasi pasar beras berdasarkan instruksi dari Kementerian Perdagangan akan dilaksanakan sampai dengan 31 Maret 2018. Pada Maret diperkirakan harga akan turun seiring dengan memasuki musim panen padi.
 
"Mungkin menjelang panen harga beras benar-benar menyesuaikan HET atau sama dengan HET, maka operasi pasar baru akan berhenti," katanya.

(Puji Purwanto /SMNetwork /CN41 )