image

Foto: Istimewa

28 Desember 2017 | 20:39 WIB | Kejawen

Primbon Betaljemur Adammakna, Pedoman Temukan Watak Manusia dari Wetonnya

Primbon Betaljemur Adammakna sangat populer di kalangan masyarakat Jawa. Saking mahsyurnya, primbon ini sampai naik cetak beberapa kali sejak pertama kali dibukukan.

Dulunya, buku Primbon Betaljemur Adammakna merupakan buku milik Kanjeng Sultan Hamengku Buwono di Yogyakarta yang ditulis ulang oleh Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat. Primbon ini biasa digunakan oleh orang Jawa sebagai buku panutan yang paling mujarab untuk mencari hari baik untuk menikah atau mencari hari baik untuk membuka bisnis.

Dari primbon ini juga bisa diketahui watak perilaku seseorang berdasarkan weton. Semuanya terrangkum dalam 337 bab yang dibagi ke dalam delapan jilid.
Betaljemur Adammakna (Jilid 1)
Lukmanakim Adammakna (Jilid 2)
Atassadur Adammakna (Jilid 3)
Bektijamal Adammakna (Jilid 4)
Shahdhatsaahthir Adammakna (Jilid 5)
Qomarrullsyamsi Adammakna (Jilid 6)
Naklassanjir Adammakna (Jilid 7)
Quraisyn Adammakna (Jilid 8)

   

Ada tujuh jenis orang yang punya keberuntungan menurut wetonnya (hasil penjumlahan neptu hari dan pasaran).
1.Segara Wasesa, semua pekerjaannya baik dan banyak rezekinya.
2.Tunggak Semi, berarti rezekinya terus mengalir.
3.Satriya Wibawa, bermakna di manapun berada akan menuai keberuntungan.
4.Sumur Sinaba, berarti bisa dijadikan tempat meminta pertolongan.
5.Bumi Kapethak, yakni keberuntunugannya dalam bidang pertanian.
6.Satriya Wirang, menandakan hidupnya akan menemukan keruwetan.
7.Lebu Katiup Angin, berarti orang ini sering pindah tempat dan terus kekurangan.

Sedangkan untuk watak manusia menurut weton, dibedakan menjadi 12, dimulai dari 7 hingga 18.
7:  Sifatnya sabar, rendah hati, bicaranya banyak, tidak mau dikalahkan, dan hobi bepergian jauh.
8:  Brangasan, keras hati, suka berdebat, suka berkelahi, pemberani.
9:  Beranjalan, sering pindah rumah atau merantau.
10:  Anteng Sembada, berarti cerdas pikirannya, bisa jadi guru, rajin, dan cinta dengan keluarga.
11:  Mapan Bares Tur Pralayan, bermakna senang tirakat, berani mati, senang memberi pada sesama, tapi punya sifat jelek tidak takut mencuri.
12:  Kurang Panarima ing Titah, artinya banyak cita-cita, senang dihormati, mudah dapat rezeki tapi sering juga kehilangan.
13:  Bicaranya lancar, hatinya baik, cocok dalam berdagang.
14:  Semua pekerjaan bisa dilakukan, rajin, tapi agak malas dan sulit kaya.
15:  Mudah memerintah orang lain, sifatnya keras, kecukupan, banyak disukai teman tapi sering bertengkar.
16:  Mudah bergaul, kaya, banyak bicaranya, semua keinginannya mudah terjadi, jika punya kehendak keras kepala.
17:  Diam namun pemarah, berani tiap bekerja, sayangnya sering ditipu orang.
18:  Berani tanpa perhitungan, senang main-main, tetapi jika dilawan akan mengalah.

(Fadhil Nugroho Adi /SMNetwork /CN41 )