image
25 Januari 2018 | 13:25 WIB | SOULUTION

Belum Kenyang Kalau Belum Makan Nasi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

EKSPRESI– Sudah makan roti, makan mie goreng, jajan ini jajan itu, tapi kok belum merasa kenyang kalau belum makan nasi ya. Tahu nggak, kawan, ternyata itu bukan masalah perut kita yang kekurangan karbohidrat, tapi masalah dari pikiran kita.

Seperti dilansir oleh AFP, Yasuhiko Minokoshi, ilmuwan dari Institut Nasional Ilmu Fisiologi Jepang mengungkapkan kalau keinginan untuk terus melahap karbohidrat itu datang dari dalam otak. Menurutnya, sel saraf yang bisa merespon stres saat itu aktif dan bikin kita bertambah nafsu makannya.

Para ahli tersebut melakukan penelitian pada tikus lebih dulu. Hasilnya, tikus yang sel sarafnya sedang aktif bisa melahap karbohidrat tiga kali lebih cepat.

"Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan bagaimana otak memainkan peran dalam preferensi untuk karbohidrat atau lemak,"ujar Yasuhiko.

Minokoshi mengatakan kalau manusia pada umumnya memang memilih makanan berdasarkan selera dan keadaan gizi tubuh. Tapi mekanisme yang terjadi di dalamnya adalah sebuah misteri.

"Banyak orang yang setelah makan banyak permen saat stres cenderung menyalahkan diri karena tidak dapat menahannya. Tapi, seandainya mereka tahu kalau itu karena neuron, mungkin tidak akan sulit untuk mengendalikan diri sendiri,"lanjutnya.

Sampai saat ini, ahli belum bisa menemukan cara yang baik agar dorongan untuk makan karbohidrat dan makanan manis terus menerus itu bisa diredam. Pasalnya, jika menekan efek neuron, banyak efek samping yang terjadi.

"Jika kita bisa menemukan molekul tertentu dalam neuron dan menekan sebagian aktivitasnya, kita bisa mengurangi makan berlebihan dari makanan yang tinggi karbohidrat,"jelasnya.

Foto: berbagaisumber

(Adib Auliawan /SMNetwork /CN42 )